21.7.06

Jangan rendahkan perempuan, pak... Dosa!


Rabu, 05 Juli 2006 Organisasi Perempuan Kecam Pernyataan Jusuf Kalla
Jurnalis: Henny IrawatiJurnalperempuan.com-Jakarta.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor YLBHI, jumat lalu (30/06/06), 8 organisasi perempuan yang hadir sepakat mengecam pernyataan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. Kedelapan organisasi perempuan ini antara lain Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika, CETRO, Fatayt NU, GPSB, Formappi, Institut Ungu, Kalyanamitra, dan Srikandi Demokrasi Indonesia. Mereka mewakili sekitar 72 organisasi dan individu. Sebagaimana yang diberitakan di Jakarta Post (29/06/06) Kalla mengatakan, “Jika ada turis Timur Tengah jalan-jalan ke Puncak mencari janda, ya tidak apa-apa. Turis-turis tersebut akan memberi banyak keuntungan kepada para janda, anak-anaknya, dan dunia hiburan Indonesia.” Kalla juga menambahkan, “Kalau janda tersebut akan mendapat rumah yang layak, walau kemudian para turis tersebut meninggalkan mereka, ya tidak apa-apa. Karena anak-anak mereka akan punya gen yang bagus dan bisa menjadi aktor dan aktris televisi yang cakep-cakep.”

Selain dinilai merendahkan martabat perempuan karena perempuan hanya dianggap sebagai pelayan seksual bagi turis-turis yang datang ke Indonesia, pernyataan Kalla tersebut dianggap melegalkan perdagangan terhadap perempuan dan berpotensi mengekalkan pemiskinan perempuan. Sebagai tuntutannya Kalla diminta mencabut pernyataannya dan meminta maaf secara terbuka kepada perempuan Indonesia yang disampaikan melalui media massa. Apabila tuntutan ini tidak dipenuhi, maka langkah hukum akan ditempuh. Organisasi-organisasi perempuan ini juga menghimbau pada Pimpinan MPR dan DPR untuk bertindak tegas dan meminta klarifikasi pernyataan Kalla tersebut. Sedangkan permintaan lain, untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang bermartabat dan menyejahterakan kaum perempuan, dialamatkan kepada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk kaum perempuannya sendiri, kelompok ini menyerukan agar persatuan semakin digalang. Hal ini didasari oleh iklim hukum, kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang semakin tidak berpihak pada perempuan.

Sempet pusing mendadak pas denger suami gue ketawa ngenye' gara-gara baca berita itu di koran. Dan pusingnya makin menggila pas sendiri (korannya keburu ilang :p) di salah satu milis.


Tutup matalah siapa pun itu yang bicara. Tapi siapa pun itu... Pasti dia adalah orang jaman dulu yang ngeliat fungsi perempuan cuman buat sumur, dapur, kasur. Perempuan itu benda mati, bukan individu.

Kepingin tanya sama yang ngomong itu... Dia punya istri ga’ sih? Apa emang dia nge-treat istrinya kayak gitu? Engga boleh sekolah tinggi apalagi ngopi-ngopi di cafe mahal, cuman boleh ngendon di rumah, nyuci baju ampe tangan pecah-pecah, masak siang malem sampe badannya bau dapur dan yang pasti musti siap ngangkang kalo dia ‘kepingin’ walaupun perempuan ini sebetulnya ga’ mau.

Apa orang yang bicara itu punya anak perempuan? Tega ga’ sih kalo anaknya ‘digituin’ ama laki-laki lain? Diinjek-injek, dijadiin keset. Dia tega ngomong ke anak perempuannya, "Kamu harus dan wajib kawin sama orang asing! Biar idungnya ga' pesek lagi, biar kulitnya pink, biar matanya biru. Nanti anak kamu bisa kamu bisnisin, jadi bintang film, foto model... Dikawin terus langsung dicere' lagi juga ga' apa-apa... Yang penting dah punya anak keturunan ras laen, ras yang lebih tinggi dari kita. Kan nanti saya juga yang bangga punya cucu artis dan londo..." Hihihihihi... Dia ga' kepingin apa punya anak atau cucu (perempuan) yang juara Olimpiade Fisika, bisa terbang ke Pluto atau nemuin metode buat nyembuhin Autisme. Mmm... Kepikir juga ga' kali ya... Mungkin dia ga’ gitu peduli tuh ama anak perempuannya, apalagi sama perempuan-perempuan Indonesia yang fia ga' kenal. Kesian.

Eh, ampe lupa... Apa dia dilahirkan dari batu? Orang tolol juga tau kalo dia pastinya dilahirkan ama perempuan yang dia panggil IBU, EMAK, MAMAH, BUNDA, UMI atau apalah itu. Apa dia tega IBUnya bernasib begitu...

Dan kalo dia malahan komentar,
“Perempuan emang kodratnya di bawah laki-laki. Ya terima aja. Gitu aja kok berisik.”

Mmm... Mati aja lo.

Kesian Ibu kita Kartini. Perjuangannya dimentahin lagi.







14 comments:

rouf said...

Yah, bapak yang satu itu emang berjiwa bakul! apa2 negara diliat dr untung dan rugi...ampe perempuan aja digituin...knapa kok dia yg jadi, yah? ...nyesek! *amien rais fans club* :p

dewi said...

Gue ngebayangin....kita perempuan indonesia termasuk istri JK itu kompakan mogok nasional. Mogok masak, mogok nyuci, mogok ngurusin dapur, mogok 'ngangkang', mogok ngertiin laki-laki, mogok ngurusin makanannya, mogok nyetrikain bajunya, mogok dicium, mogok disayang, mogok jadi pacar, mogok jadi istri....mogok jadi perempuan....kayak apa ya?

.:nien:. said...

Sebagai pemimpin, rasanya bener-bener gak pantes buat ngluarin statement yang tidak WISe seperti itu. Kesannya kayak gak pernah sekolah yang bener [gatau riwayatnya bpk JK], mannerless dan shallow!

Pdhal statement yang keluar spt itu, adalah representasi pemikirannya yang terdalam! Bayangin aja, pemimpinnya aja ngeliyat rakyatnya sendiri dengan pola pikir spt itu, mo jadi apaaaa negara ini???

Gak heran negara ini dirundung bencana yang gak abis2, pemimpinnya ajah ngawur bin ajaib begini. Kita2 deh yang kena tulah nya ...

Kok gw emosi yang mendalam gini ya bowww??

Aulia A Muhammad said...

Kalla gak punya ibu kali, ya?

oca said...

sebenernya emang yang namanya laki-laki akan selalu menjadi imam dan gak mungkin jadi sebaliknya.
tapiii, hari gini dah banyaks laki-laki secara mental, pola pikir apalagi kelakuan lebih perempuan ketimbang perempuannya ndiri.
termasuk JK.

*salam kenal balik Ke...thanks for visiting my blog :)

Keke Rachmad said...

Rouf:
Yang itu yang ini, kalo dahjadi pemimpin bukannya sama aja ya? Pis, men :)

Dewi:
Pasti bakalkacau banget, Wi... Asli! =))

Nien:
Mba'... Jangan napsu, mba... Jangan napsu :))

Aulia:
Bukan gue loh yang nyebut nama... Hihihihihihihi

Oca:
Terbukti pengaruh perempuan emang luar biasa kan yaaa???

spy said...

Memang aneh neng,pejabat teh ga ada yang berilmu padi...
Ini mah makin kaya teh malah makin jumawa...dia punya anak perempuan ga ya.Gelo siah amit2 aing mah....
punya pemimpin kayak kitu untung dulu ga milih dia

Keke Rachmad said...

Spy, ceuk si pejabat, "Naon ilmu padi teh... Nyaho ge' dahar kejo." :p

obeems said...

emang bu kartini pahlawan ya? bukannya mendinga dewi sartika?

Keke Rachmad said...

Mas Bimo, 2-2nya gue ga' kebal baek sih... Menurut lwwwooooohhh????

Anonymous said...

I have been looking for sites like this for a long time. Thank you! Bankruptcy and debt legal stategy Acne hypoglycemia cisco 2950 48 transexual dir Blackjack table tops Anus dog hair licking loss At&t dsl cisco 1800 router cisco vpn 4.60 client

Anonymous said...

Wonderful and informative web site. I used information from that site its great. » »

Anonymous said...

That's a great story. Waiting for more. Keygen ensim Lana &aposs huge tits hiking french swiss alps chat Rename harddrive Liver+and+statins rx-7 3rd gen body kits hiking travel inexpensive cheap convertible promissory note

Anonymous said...

Very nice site! film editing classes